Honorer RSUD Raden Mattaher Jambi : Gubernur tolong perhatikan kami

Editor - Ilhamsyah

Selasa, 8 Oktober 2024 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI,MA – Ratusan Tenaga Honorer RSUD Raden Mattaher Jambi menggelar aksi demontsrasi di Rumah Sakit milik Provinsi Jambi pada senin (7/10).

Dalam aksi tersebut, para tenaga honorer mengungkapkan ketidakpuasan terhadap status mereka yang tidak tercatat dalam database BKN, sehingga tidak dapat mendaftar sebagai calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024.

Para tenaga honorer RSUD Raden Mattaher Jambi juga menuntut keterbukaan manajemen rumah sakit dan meminta manajemen memberikan keadlian dalam hal pemerataan insentif BPJS yang diterima oleh para tenaga honorer.

Salah satu perawat yang ikut aksi demonstrasi mengatakan, sudah belasan tahun mengabdi di RSUD, namun sampai hari ini mereka belum masuk data base BKN. Jika alasannya karena BLUD, rumah sakit lain juga BLUD tapi tenaga honorer mereka sudah terdaftar di data base.

“Sekarang formasinya sedikit sekali sementara honorer di sini cukup banyak, malah lebih banyak honorer daripada ASN, padahal tanggung jawab honorer hampir sama dengan ASN, tapi kesejahteraan jauh sekali berbeda” dia menuturkan.

BACA JUGA  SANI: KKS Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

“Tolonglah hai pimpinan kami, tolonglah pak Gubernur. Perhatikan nasib kami. Belasan tahun mengabdi disini tapi jauh dari kata sejahtera, tolong lihat kondisi kami di sini dan buka nuraninya” sambungnya.

Salah satu orator demonstrasi mengatakan jika tuntutan mereka tidak dikabulkan dan tidak ada niat baik untuk menyelesaikan persoalan ini, maka mereka akan melakukan aksi yang lebih besar lagi, bahkan mereka akan melakukan aksi mogok kerja.

BACA JUGA  Dandenpom II-2 Jambi Terima Penghargaan Dari Walikota Jambi Partisipasi Menjaga Sitkamtibmas dan Penanganan Bencana

“Kami meminta kepada pemerintah Provinsi Jambi khususnya Rumah sakit Raden mattaher Jambi untuk menambah kuota PPPK, jika tidak ada kejelasan, kami akan terus melakukan aksi ini dengan skala yang lebih besar dan juga mogok kerja” dia menuturkan

 

 

(Red Ilham)

Berita Terkait

Ketua DPW FRIC Provinsi Jambi : Sumatera Swarnadwipa Pemerintah Perlu Beri Kemudahan Izin Pertambangan Rakyat Biar Sejahtera 
TEMUAN BPK RI : Diskominfo Propinsi Jambi Internet RP 4,4 MILIAR Tanpa Bukti Manfaat 
Dua Personel Polda Jambi Raih Kompolnas Awards 2026 Kategori Peace
Gelar FGD Dirintelkam Polda Jambi Ajak Cerdas Ber Medsos Putuskan Rantai Hoax Bersama Wujudkan Sitkamtibmas
FRIC dan DPRD Muaro Jambi Sepakat Beri Himbauan ” Mari Bersama Cegah Karhutlah
Polsek Jambi Timur Polresta Jambi Berhasil Bekuk Tiga Spesialis Pembobol Alfamart
FRIC Provinsi Jambi Apresiasi Gerak Cepat dan Sinergi Polda Jambi dan KOREM 042/Gapu Tangani Karhutla
Ditreskrimsus Polda Jambi Salurkan 10 Ton Air Bersih dan 100 Paket Sembako untuk Warga Kenali Asam Atas
Berita ini 45 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:08 WIB

DITTIPIDTER BARESKRIM POLRI Ungkap Dugaan Praktik Penyuntikan LPG Bersubsidi di Tangerang Selatan

Kamis, 17 September 2026 - 09:00 WIB

Jual Beli Data Pribadi dan Lacak Identitas via Telegram, Tiga Pemuda Ditangkap Polda Jabar

Rabu, 16 September 2026 - 08:35 WIB

KPK Umumkan Identitas Delapan Tersangka Hasil OTT ATR/BPN

Senin, 14 September 2026 - 06:14 WIB

FRIC Tegaskan Berdiri Bersama Polri yang Tegas dan Profesional, Aduan Masyarakat Dibuka 24 Jam

Jumat, 11 September 2026 - 16:31 WIB

FRIC: Garda Terdepan Pejuang dan Mitra Setia Korps Polri

Kamis, 10 September 2026 - 16:29 WIB

Komjen Pol. Syahar Diantono: Bareskrim Moratorium Perkara yang Berkaitan Konflik Agraria

Kamis, 10 September 2026 - 16:17 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Praktik Live Streaming Pornografi di TikTok dan Tevi, Enam Tersangka Diamankan

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Febrie Adriansyah Akhirnya Bocorkan 4 Pejabat Jaksa Diduga Terima Uang 40 M, Kejagung Merespons

Berita Terbaru