Jambi,MA – Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tinggal hitungan hari , seluruh bangsa Indonesia merayakan hari bersejarah tepatnya 17 Agustus 1945-17 Agustus 2026. Dan juga kemerdekaan bagi pers yang diatur dalam UU No 40 tahun 1999 tentang Pers dan Berpendapat Hak konstitusi. Dijamin UUD 1945 Pasal 28.
Ketua DPW FRIC Provinsi Jambi menyampaikan “Kemerdekaan ke 81 mengenang jasa para pejuang pertaruhkan nyawa untuk kebebasan rakyat bangsa Indonesia, termasuk Pers tanpa kebebasan berpendapat adalah kemerdekaan yang setengah-setengah.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Tahun ini, di usia kemerdekaan RI yang ke-81 mari kita ingat. Pers yang kritis bukan musuh. Kritik bukan penghinaan. Berpendapat bukan makar. Kebebasan pers dalam kritik dan berpendapat Itu adalah napas demokrasi. Itu adalah alarm agar negara tidak salah jalan.
Jangan bungkam suara pers.
Jangan takut pada kritik.
Jangan alergi pada perbedaan pendapat.
Karena negara yang besar, adalah negara yang berani mendengar. Merdeka dalam berpendapat, Merdeka dalam berkarya
Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajah. Tapi bebas untuk bersuara.Jangan bungkam pers yang mengawal kekuasaan. Jangan matikan kritik yang meluruskan kebijakan. Jangan takut pada pendapat yang berbeda. Karena di setiap tulisan, ada cinta untuk negeri. Di setiap kritik, ada harapan untuk Indonesia yang lebih baik.
81 Tahun Indonesia Merdeka. Mari jaga kemerdekaan dengan kebebasan yang bertanggung jawab.
Pers Bebas, Demokrasi Kuat, Indonesia Maju! Kemerdekaan diperjuangkan dengan pena dan pedang.
Maka jangan biarkan pena dipatahkan dan suara dibungkam.Di hari kemerdekaan ini, kami mengingatkan:
Pers Bebas, merupakan Pilar ke-4 demokrasi. Mengawasi, mengedukasi, mencerdaskan.
Kritik merupakan Vitamin bagi pemerintahan. Tanpa kritik, negara bisa sakit. Mari rayakan kemerdekaan dengan ruang dialog yang luas.
Bukan dengan intimidasi, bukan dengan pembungkaman. Karena Indonesia kuat, saat rakyatnya berani bersuara, jadikan pers sebagai mitra strategis guna mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, dan dihari kemerdekaan ke 81 ini pers kembali meraih kemerdekaan dalam pemberitaan, kritik membangun kemajuan pikiran bangsa dan negara ” pungkas Dody. (Redaksi)






