JAMBI,MA – Dugaan penyelewengan Dana Program Revitalisasi SMA Negeri 9 Tanjab Barat ,mulai diperbincangkan oleh Warga Sekitar,lantaran Dana yang cukup Pantastia akan tetapi tak seimbang dengan hasil yang diperoleh, Misalkan Rehab Ruang Kelas Paralel sebanyak 3 lokal harus menghabiskan Anggaran sebesar 509.080.000 hanya untuk menganti Atap,kasau,Dek lantai Keramik serta pengecatan , Rehab Ruangan Administrasi 1 lokal menghabiskan Anggaran 250.000.000, serta pembangunan Ruang Kelas Baru sebanyak 5 lokal menghabiskan Dana APBN tersebut Sebesar 1,428,267.000.
Selain itu mutu, serta Kualitas banggunan pun layak untuk dipersoalkan Masyarakat menduga ada Upaya memanipulasi RAB baik itu Harga Satuan Barang yang terlalu Mahal didalam RAB serta tak sinkronnya penggunaan Material sesuai didalam RAB
Salah satu Warga setempat berinisial S memaparkan,Apabila Program Revitalisasi yang digelontorkan oleh Pemerintah Pusat Kesatuan Pendidik SMA Negeri 9 Tanjab Barat menuai Kontra dari unsur Masyarakat terutama terkait Transparansi Anggaran dimana selayaknya Program Swakelola mengikut sertakan Masyarakat , bukan sebaliknya hanya dikelola oleh kepala Sekolah dan Satu Orang yang ditunjuk sebagai Pelaksana dilokasi Pekerjaan,” Transparansi pengelolaan Program Swakelola sudah menjadi keharusan, Keterlibatan warga, merupakan Aturan yang harus diterapkan Bukan sebaliknya malah mengambil kesempatan untuk mencari Keuntungan,” Ujarnya.
Ia menduga, Pembuatan Design dan penyusunan RAB tak Sinkron dengan Anggaran,Lantaran Hanya untuk Rahab Ringan yang hanya Menganti Atap, Kasau , Dek,lantai Keramik dan Mengecat satu Ruangan bisa mencapai 250.000.000,” Rehab Ruangan yang hanya berbentuk Kubus ,menghabiskan Anggaran 250.000.000 mending buat baru masih ada Sisa, apalagi hanya sekedar Rehab,ini sungguh keterlaluan” Ungkapnya,
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Tanjab Barat , Septadiano Spd selaku Kepala Sekolah terkesan Bungkam dan menghindar Dari rekan Pers, dan Yang paling Ironisnya memblokir kontak Telpon dari rekan Pers agar tak bisa dihubungi ,
Panitia Pelaksana Pembangunan sekolah ,Andra saat dikompirmasi terkait Pengelolaan baik dalam segi belanja Barang maupun hal Lainnya,Menyebut jika dia hanya membantu, semua dikendalikan Oleh Kepala Sekolah,” Saya tak bisa menjelaskan jika ditanya secara rinci , saya hanya disuruh oleh Kepala sekolah ? Jadi kalau mau Tanya terkait Program Revitalisasi tolong tanya sama kepala sekolah saja,” Ucapnya ,Senin ( 21/12) di salah satu Rumah Makan yang berlokasi didepan Kantor Camat Batang Asam.
Namun saat ditanya SK Kepsek Terkait P2S beliau menjawab dengan berbelit- Belit awalnya ia menyampaikan SK tersebut ada tapi sama kepsek sekolah , saat ditanya lagi , ia menjawab apabila SK tersebut ada hanya saja disekolah,” SK itu ada cuma di sekolah disimpan ,Nanti sy kirim,” Janjinya , yang sampai saat sekarang belum dikirim, bahkan ia pun tak membalas lagi Chat an ataupun memngangkat telpon saat dihubungi
(Tan-Tim)









