OPERASI BESAR KORTAS TIPIKOR: GELEDAH ASET PEJABAT KEJAGUNG, TEMUKAN BRANKAS UANG PULUHAN MILIAR

Editor - Ilhamsyah

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,MA – Upaya penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret pejabat tinggi di lingkungan Kejaksaan Agung RI memasuki babak krusial, Tim penyidik Kortas Tipikor Polri secara tegas melakukan rangkaian penggeledahan serentak di sejumlah lokasi strategis sejak 8 Juli 2026, menyusul terbitnya Surat Perintah Penyidikan terkait skandal korupsi batu bara PLTU periode 2018–2026 dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp5 triliun.

Temuan Mengejutkan di Lokasi Penggeledahan Dalam operasi yang menyasar aset milik oknum pejabat terkait, tim penyidik berhasil membongkar praktik yang diduga menjadi sarana pencucian uang, Di sebuah lokasi usaha kuliner di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, penyidik menemukan sebuah ruang rahasia yang dilengkapi dengan brankas besar, Hasil penggeledahan di lokasi tersebut mencengangkan, ditemukan uang tunai dalam pecahan valuta asing dan Rupiah dengan total nilai mencapai Rp60 miliar.

Temuan ini langsung memicu sorotan tajam, mengingat aset-aset tersebut tidak pernah tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang bersangkutan, Pola “Hidden Asset” dan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Penyidikan ini tidak hanya fokus pada kerugian negara dalam kasus batu bara, tetapi juga mendalami pola pencucian uang yang diduga melibatkan jaringan perantara, kerabat, hingga perusahaan yang digunakan sebagai kedok (shell company).

Data yang dihimpun menunjukkan adanya diskrepansi mencolok antara profil kekayaan yang dilaporkan dengan aset yang tersebar di lapangan, termasuk properti mewah di kawasan elit Kebayoran Baru yang nilainya diduga mencapai Rp32 miliar, jauh melampaui data resmi LHKPN.

Investigasi juga diarahkan pada dugaan penyalahgunaan status penyidikan—di mana wewenang penyitaan aset diduga dijadikan alat untuk menekan pihak-pihak tertentu demi keuntungan pribadi atau kelompok, Ketegangan di Lapangan Sorotan pada Pengamanan Kediaman

Salah satu poin paling kontroversial dalam operasi 8 Juli 2026 adalah penggeledahan di kediaman utama di Kebayoran Baru.

BACA JUGA  Polres Muaro Jambi Sosialisasi Pencegahan dan Dampak Buruk  Judol Kepada Seluruh SLTA Sederajat

Di lokasi tersebut, penyidik dari Polri sempat menghadapi situasi tidak biasa akibat kehadiran personel TNI yang berjaga ketat di area properti, Pihak kepolisian menyatakan tidak ada koordinasi sebelumnya terkait kehadiran personel militer tersebut, sebuah fakta yang kini menjadi perhatian nasional mengingat kedudukan pejabat tersebut dalam hierarki penegakan hukum negara.

Reaksi Keras Publik dan Desakan Antikorupsi Temuan brankas berisi uang Rp60 miliar ini memicu kemarahan publik. Sejumlah organisasi antikorupsi, termasuk Indonesia Police Watch (IPW), MAKI, dan beberapa lembaga pengawas lainnya, secara kompak mendesak agar penyidikan dilakukan tanpa intervensi.

“Temuan uang tunai sebesar itu di lokasi privat yang terafiliasi dengan pejabat negara adalah bukti awal yang sangat kuat mengenai adanya praktik haram, Ini bukan lagi sekadar dugaan LHKPN, ini adalah red flag untuk tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang luar biasa,” ujar perwakilan elemen pegiat antikorupsi, yang enggan disebut namanya, Sabtu (11/6/2026)

BACA JUGA  Operasi Gabungan BNN dan Polri Gagalkan Peredaran Narkoba Rp 2,65 Triliun

Masyarakat kini menuntut agar KPK dan Polri bekerja sama secara sinergis untuk membongkar seluruh jaringan “gurita” yang diduga melindungi praktik ini. Desakan publik untuk segera melakukan penahanan terhadap pihak-pihak yang terlibat pun terus menguat seiring dengan terbukanya daftar panjang kasus-kasus besar sebelumnya yang disinyalir sarat dengan rekayasa hukum.

Menanti Status Hukum ResmiMeskipun status tersangka belum diumumkan secara resmi hingga saat ini, penyidik menegaskan bahwa barang bukti yang disita dari lokasi-lokasi penggeledahan sudah mengarah kuat pada keterlibatan pihak-pihak kunci dalam pusaran korupsi ini.

Kasus ini kini menjadi ujian integritas bagi institusi hukum di Indonesia. Publik menaruh harapan besar agar Polri tidak gentar dalam menuntaskan perkara ini, membuktikan bahwa hukum benar-benar tegak dan tidak pandang bulu terhadap siapapun yang memegang kuasa di balik institusi negara.

 

 

 

(Red Ilham)

Berita Terkait

Polisi Tangkap Dokter di Bandung yang Tega Cabuli Anak Kandung Berusia Balita
Polsek Jajaran Wajib Laksanakan 7 Program 100 Hari Kerja Kapolri di Luar Kegiatan Rutin
Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H. Resmi Ditunjuk Menjadi Kabareskrim Polri 
Presiden Prabowo Lantik Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri 
FRIC untuk Kapolri Baru, H. Dian Surahman Titip Pesan: Jaga Marwah Polri, Utamakan Pelayanan dan Kepercayaan Publik
Bareskrim Polri Turun Tangan, Perselisihan Hak Lima Eks Pekerja dengan Tiga Raksasa Industri Morowali Dimediasi
Ketum FRIC Apresiasi Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi: Sigap, Cepat, dan Responsif Saat Masyarakat Buruh Bantuan  
Berita ini 26 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Polsek Jelutung Ungkap Pelaku Percobaan Pencurian di Cafe FORESTHREE, RESIDIVIS 10 Tkp di Kota Jambi 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Polsek Jambi Selatan Ungkap Kasus Pembakaran Rumah Dan Pencurian.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan, Polres Tanjab Timur Gelar Shubuh Keliling Bersama Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Polsek Telanaipura Bekuk DPO Curas Pasar Angso Duo Baru Rp 31 Juta Dirampas Dan Korban Ditusuk 

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Polsek Kota Baru Bekuk 3 Pelaku Bobol Pipa Pertamina

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:59 WIB

POLSEK JAMBI TIMUR GERAK CEPAT BEKUK DUA PELAKU PENCURI TAS DI PAYO SELINCAH

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Excavator merk zomlion bermain bebas di tepian bantang masumai desa Nibung diduga milik toni.

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Spesialis Curanmor Parkiran Masjid Ditangkap, Polsek Jambi Selatan Bekuk Pelaku di Sarolangun

Berita Terbaru