Aktivitas PETI di Batang Tebo Dinilai Mengancam Lingkungan dan Menyeret Dugaan Oknum Berseragam Coklat

Editor - Ilhamsyah

Rabu, 26 November 2025 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bungo,MA – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di aliran Sungai Batang Tebo, tepatnya di kawasan Tanjung Menanti, Kecamatan Babeko, Kabupaten Bungo, kembali menuai sorotan publik 25 November 2025.

Operasi tambang ilegal yang kian masif ini dinilai mengancam keberlanjutan lingkungan, merusak ekosistem sungai, serta berpotensi berdampak hingga ke wilayah Bungo Baru yang kini memasuki tahap pembangunan infrastruktur baru.

Di lapangan, deretan mesin sedot dan rakit dompeng diduga beroperasi hampir setiap hari. Suara mesin yang memekakkan telinga serta gundukan tanah hasil pengerukan terlihat jelas dari tepi sungai.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga mengaku khawatir karena kerusakan bantaran sungai semakin parah, air keruh sepanjang hari, dan kualitas ikan tangkapan menurun drastis.

Dulu airnya jernih. Sekarang hampir setiap hari coklat pekat. Kalau dibiarkan, Bungo Baru bisa ikut rusak, ujar seorang warga setempat yang meminta namanya dirahasiakan demi keamanan.

BACA JUGA  Partai Gelora dinyatakan lengkap semua Dokumen Bacaleg. Oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten  Bungo

Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat Kepolisian resor bungo
Sejumlah warga dan pemerhati lingkungan mengeklaim bahwa kegiatan PETI tersebut berlangsung begitu terbuka hingga memunculkan dugaan adanya backing dari pihak tertentu.

Salah satu nama yang disebut oleh warga adalah seorang oknum anggota Polres Bungo yang disebut berinisial E.
Hingga kini, dugaan keterlibatan tersebut belum terbukti dan masih memerlukan klarifikasi resmi dari pihak berwenang.

Pihak kepolisian daerah maupun Polres Bungo juga belum mengeluarkan pernyataan publik terkait informasi itu.
Pengamat hukum lingkungan menilai bahwa jika dugaan ini benar, maka kasus tersebut mencerminkan persoalan serius dalam penegakan hukum.

Namun, mereka menegaskan pentingnya asas praduga tak bersalah dan perlunya investigasi yang objektif.
Seruan Investigasi Menyeluruh
Organisasi lingkungan di Jambi mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta kementerian terkait untuk melakukan tindakan tegas dan terukur.

BACA JUGA  Narkoba Bisa Masuk Lapas Kelas IIA Jambi Pengawasan Dipertanyakan

Mereka menekankan perlunya:
Penertiban total aktivitas PETI di sepanjang Sungai Batang Tebo
Audit lingkungan atas kerusakan yang sudah terjadi
Investigasi terbuka terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat.

Pengawasan berkelanjutan, terutama di titik rawan seperti Babeko dan wilayah perbatasan Bungo Baru
Kerusakan ini tidak hanya merugikan lingkungan, tapi juga merusak kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum, kata seorang aktivis lingkungan dari Jambi.
Jalur Ekonomi yang Rumit.

Di sisi lain, sebagian warga mengaku bahwa aktivitas PETI sudah menjadi mata pencaharian alternatif di tengah tekanan ekonomi. Beberapa pekerja PETI berasal dari desa-desa sekitar yang mengandalkan tambang ilegal sebagai penghasilan harian, meski harus bekerja dengan risiko tinggi dan tanpa perlindungan hukum.

BACA JUGA  Polres Muaro Jambi gelar Press Release Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Jenis Shabu seberat 98,5 gram dan Pil Ekstasi sebanyak 60 Butir

Situasi ekonomi inilah yang kerap dimanfaatkan oleh jaringan pemodal PETI untuk mengoperasikan alat berat dan mesin dompeng.

Dampaknya, konflik kepentingan dan tarik-ulur penertiban menjadi berlarut-larut.
Menunggu Sikap Tegas Pemerintah
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada operasi penertiban besar yang dilakukan di kawasan aliran sungai Batang Tebo di Ilir Jembatan Tanjung Menanti.

Aktivitas PETI disebut tetap berjalan, sementara kekhawatiran warga terus meningkat.
Pemerintah Kabupaten Bungo dan aparat penegak hukum diharapkan memberikan jawaban dan tindakan konkret untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada Sungai Batang Tebo serta menjaga integritas lembaga negara dari dugaan keterlibatan pihak internal.

 

((Saleh)

Berita Terkait

Babinsa Gerak Cepat Ground Check Hotspot Karhutla di Merangin, Api Berhasil Dipadamkan
Sinergi Tanpa Henti, Tim Gabungan Tangani Karhutla Hari ke-10 di Sungai Gelam
KARHUTLA TAHURA BATANG HARI KEMBALI JADI PERHATIAN, KASIOPS KOREM 042/GAPU DAMPINGI GUBERNUR JAMBI TINJAU LANGSUNG LOKASI
Polres Tanjab Timur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah
Kapolres Merangin Pimpin Sertijab Tiga Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Humanis
Perkuat Solidaritas Internal, IWOI Kabupaten Merangin Gelar Rapat Pengurus dan Persiapan Akhir Tahun.
Kapolres Muaro Jambi Bersama Bupati Audiensi ke BNNP Jambi, Perkuat Layanan Rehabilitasi dan P4GN
Pelaku Curat Viral Di Medsos Berhasil Dibekuk Polsek Jelutung , Pelaku Merupakan Residivis 14 Kali Di Bui 
Berita ini 106 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:31 WIB

Pangdam XX/TIB Kunjungi Kapolda Jambi, Bahas Perkembangan Kamtibmas di Provinsi Jambi

Selasa, 1 September 2026 - 11:17 WIB

Pangdam XX/TIB Tinjau Posko Udara dan Darat, Pastikan Kesiapan Total Penanganan Karhutla Jambi

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

Pangdam XX/TIB Turun Langsung ke Londerang, Pastikan Karhutla Terkendali dan Lakukan Pendinginan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Jambi Dimutasi, Bentuk Penyegaran Organisasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Tersangka karhutla di Jambi bertambah menjadi 10 orang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Dansat Brimobda Jambi Dampingi Kapolda Jambi Resmikan Lapangan Bulutangkis Siginjai

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Ketua FRIC Jambi : Pemuda Yang Hebat Adalah Berani Berkata ” Kami Pemuda Harapan Orangtua dan Bangsa, Bukan Remaja MADESU

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:14 WIB

*Sinergi TNI-Polri dan Stakeholder, Karhutla di Areal Plasma PT BKS Sarolangun Berhasil Dipadamkan*

Berita Terbaru