JAMBI,MA – Ancaman penyalahgunaan narkotika di Kota Jambi dinilai semakin kompleks. Perkembangan modus peredaran hingga kemunculan sejumlah zat sintetis baru menjadi tantangan yang membutuhkan respons bersama, tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi dan silaturahmi Pemerintah Kota Jambi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi di ruang kerja Kepala BNNP Jambi, Jumat (11/9/2026).
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu menjadi forum untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dan BNN dalam pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin, S.I.K., menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan Pemerintah Kota Jambi dalam upaya menghadapi persoalan narkotika.
Dalam paparannya, BNNP Jambi mengungkap sejumlah perkembangan persoalan narkotika di Jambi, mulai dari masyarakat yang terpapar, data tersangka dan tahanan, hasil Tim Asesmen Terpadu (TAT), hingga pemetaan wilayah yang menjadi perhatian.
Kelurahan Legok menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus.
Tak hanya persoalan wilayah rawan, BNNP Jambi juga menyoroti perkembangan modus penyalahgunaan narkotika yang disebut semakin beragam, termasuk penggunaan perangkat vape.
Perkembangan tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri karena bentuk dan cara penyalahgunaan narkotika terus mengalami perubahan.
BNNP Jambi juga menyampaikan adanya perhatian terhadap kemunculan zat sintetis seperti ganja cair, ketamin cair dan etomidate.
Di sisi lain, jaringan peredaran narkotika disebut memiliki pola yang kompleks dengan jalur masuk melalui darat maupun laut. Kondisi ini membuat upaya pemberantasan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.
BNNP Jambi pun mendorong peningkatan edukasi dan sosialisasi di berbagai lingkungan, mulai dari sekolah, tempat hiburan, desa dan kelurahan hingga komunitas masyarakat.
Selain pencegahan, penguatan layanan rehabilitasi dan keberlanjutan pascarehabilitasi juga menjadi bagian dari strategi untuk mencegah masyarakat kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika Legok Tak Hanya Ditindak, Pemkot Dorong Modifikasi Sosial
Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan BNN dalam menangani persoalan narkotika.
Khusus kawasan Legok, Pemkot Jambi menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata melalui penindakan. Upaya modifikasi sosial dan pemberdayaan masyarakat juga terus didorong.
Sejumlah langkah yang disebut telah dilakukan antara lain pembangunan tempat ibadah, penyediaan arena bermain anak, pengembangan UMKM, kegiatan sosialisasi, serta dukungan terhadap pendidikan dan keterampilan masyarakat
Pendekatan tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih kondusif sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk memiliki aktivitas produktif.
Pemkot Jambi juga menilai keterlibatan masyarakat di tingkat lingkungan sangat penting. Pengawasan berbasis masyarakat, termasuk pemanfaatan CCTV hingga tingkat RT, dinilai dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aktivitas narkotika.
Selain Legok, sejumlah wilayah seperti Pulau Pandan, Pucuk, Danau Teluk dan Danau Kedap juga disebut masih menjadi perhatian dalam persoalan penyalahgunaan narkotika.
Atas kondisi tersebut, Wali Kota Jambi mengusulkan agar BNNP Jambi menyusun pemetaan titik-titik atau kawasan yang dinilai rawan narkotika di Kota Jambi.
Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan secara lebih terarah sekaligus mempermudah kolaborasi lintas sektor.
Satpol PP Goes to School Jadi Langkah Pencegahan
Sinergi antara Pemkot Jambi dan BNNP Jambi selanjutnya akan diarahkan pada sejumlah program konkret.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi akan mengintegrasikan edukasi mengenai bahaya narkotika dalam kegiatan razia. Selain itu, program Satpol PP Goes to School akan dikembangkan bersama BNN sebagai bagian dari penguatan edukasi di lingkungan pendidikan.
Langkah ini dinilai penting untuk membangun kesadaran sejak dini sekaligus memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, BNNP Jambi akan menyiapkan video edukasi yang nantinya dapat ditayangkan di tempat hiburan serta videotron milik Pemerintah Kota Jambi.
Dengan strategi tersebut, edukasi mengenai bahaya narkotika diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi formal, tetapi dapat menjangkau masyarakat melalui berbagai ruang publik.
Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa menghadapi ancaman narkotika membutuhkan strategi yang lebih luas—mulai dari pemetaan wilayah rawan, pengawasan lingkungan, edukasi, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi hingga penindakan.
Kolaborasi BNNP Jambi dan Pemerintah Kota Jambi pun diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan dan penanganan narkotika, khususn
ya di kawasan yang dinilai membutuhkan perhatian lebih.(Red)












