Proyek Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan”Bola Panas” Pengawasan Anggaran

Editor - Ilhamsyah

Senin, 9 Maret 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jambi,MA – Proyek cetak sawah dan optimasi lahan yang dikelola oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi, dengan nilai fantastis mencapai puluhan miliar rupiah, saat ini menjadi sorotan tajam terkait dugaan penyimpangan hukum dan ketidakefektifan program.

Berikut adalah analisis aspek hukum dan temuan terkait proyek tersebut berdasarkan perkembangan terbaru hingga Maret 2026:

1. Aspek Hukum dan Dugaan Cacat Prosedur

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivis pengawasan, salah satunya kelompok Tani Merdeka, menemukan dugaan cacat prosedur dalam pelaksanaan proyek cetak sawah, khususnya di Kabupaten Bungo.

Target vs Realisasi: Salah satu proyek mencatat target cetak sawah 113 hektare, namun realisasi di lapangan hanya sekitar 2 hektare, menyebabkan program terancam gagal total.
Ketidaksesuaian Spesifikasi: Meskipun nilai anggaran besar, spesifikasi bantuan dianggap “abu-abu” karena minimnya detail dalam dokumen publik, hanya mengacu pada Kerangka Acuan Kerja (KAK).
Laporan ke Penegak Hukum: FPJ-AK (Forum Pemuda Jambi-Anti Korupsi) telah melaporkan kasus Bansos Cetak Sawah senilai Rp 1,4 miliar ke Ditreskrimsus Polda Jambi, mendesak pemeriksaan terhadap mantan Kadis TPHP.
2. Temuan Pemboroson dan Kejanggalan Anggaran

BACA JUGA  *Gotong Royong Tunjukan Kebersamaan Dalam Membantu Bangun Rumah Warga*

Selain cetak sawah, laporan mencatat ketimpangan anggaran yang memicu pertanyaan “Halo KPK!”:

Ketimpangan Anggaran: Terdapat laporan dugaan pemborosan anggaran untuk kepentingan birokrasi, di mana pejabat Dinas TPHP diduga meminta anggaran besar untuk fasilitas (seperti TV berlangganan), sementara petani kesulitan mendapatkan bantuan bibit.
Ketimpangan Bantuan: Dalam salah satu pengadaan, anggaran belanja bibit sangat minim, tidak sebanding dengan biaya operasional yang tinggi.
3. Keterlibatan Mantan Pejabat

BACA JUGA  Angkutan Batubara Mulai Beroperasi 2 Mei Mendatang, Berikut Penjelasannya

Dugaan korupsi dalam cetak sawah juga beririsan dengan kasus lama (2015-2017) yang masih terus bergulir, di mana Rumusdar (eks-Kadis TPHP/Peternakan Merangin/Provinsi) telah diperiksa berkali-kali oleh jaksa. Aktivis menuntut agar aktor kebijakan, termasuk PPK, diperiksa dalam proyek yang sudah dinyatakan inkrah di beberapa wilayah lain.

4. Tindak Lanjut Penegakan Hukum

Desakan Investigasi: Aktivis mahasiswa dan pengawas (GMM Jambi, PMP-J) mendesak Kejati Jambi untuk mengusut keterlibatan oknum dinas terkait dugaan korupsi proyek cetak sawah.
Audit Investigatif: Terdapat dorongan agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigatif terhadap proyek ini untuk memastikan tidak adanya kerugian negara akibat ketidaksesuaian lokasi atau teknis.
Proyek ini kini menjadi “bola panas” pengawasan anggaran, dengan sorotan tertuju pada transparansi APBD 2026 yang dikelola Dinas TPHP Jambi. (tim)

BACA JUGA  Wagub Sani: Terimakasih Jambi Jadi Percontohan Dalam Penanganan Karhutla

Disclaimer

Informasi ini berdasarkan laporan berita dan rilis investigasi yang terbit hingga Maret 2026.
Segala dugaan tindak pidana korupsi yang disebutkan masih memerlukan pembuktian final di pengadilan (asas praduga tak bersalah).
Perkembangan hukum dapat berubah seiring berjalannya penyelidikan oleh pihak berwajib.
Bagi yang merasa disebutkan dapat menggunakan hak jawabnya.(Tim)

Berita Terkait

Pengelolaan Dana Swakelola Dinas PUPR Provinsi Jambi Jadi Sorotan
Minta Gubernur Jambi Kembalikan, BPK Temukan Kelebihan Pembayaran TPP ASN Miliaran Rupiah
Kapolri Instruksikan Oknum Brimob di Maluku Dihukum Berat
*Ditreskrimsus Polda Jambi Ungkap Dugaan Pengangkutan BBM Subsidi Ilegal untuk Aktivitas PETI*
*Tingkatkan Semangat Patriotisme, Polda Jambi Gelar Upacara Kesadaran Nasional Awal Tahun 2026*
Dugaan keberadaan gudang bahan bakar minyak (BBM) ilegal di RT 31 Kelurahan Palmerah Kota Jambi
Ditlantas Polda Jambi Berikan Tips Aman Saat Mudik Nataru
Para Kepala Desa se-kecamatan Taman Rajo, dan Ormas Pemuda Pancasila menggelar audiensi langsung ke PT Musi Mas
Berita ini 12 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:16 WIB

Khusus (DAK) di Pengadilan Negeri Jambi pada 11 Februari 2026 memunculkan fakta baru yang menyeret nama Gubernur Jambi

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:24 WIB

Proyek Rantau Rasau-Nipah Panjang, Penawaran CV. Mulia Ardhana Mendekati HPS

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:07 WIB

Kadisdik dan Kadis PU di Lingkaran Ancol

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:00 WIB

Kelalaian Manajemen Bank Jambi Membuat Masyarakat Menderita

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:14 WIB

Kapolda Jambi Buka Rakernis Bidpropam 2026, Tekankan Pengawasan Adaptif dan Humanis

Senin, 23 Februari 2026 - 18:54 WIB

Berikan Rasa Aman dan Nyaman Selama Ramadhan , Ditlantas Polda Jambi Larangan Pengunaan Knalpot Brong

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:24 WIB

*Kapolda Jambi Tinjau Lokasi Pembangunan Gerai Samsat Polres Muaro Jambi di Kawasan CRC*

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:48 WIB

ANTARA PEKATNYA WARNA LUMPUR KEHINAAN DAN KEMILAU SINAR KEMULYAAN 

Berita Terbaru