Program Revitalisasi SMA Negeri 10 Tanjab Barat diduga terjadi penyelewengan

Editor - Ilhamsyah

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjabbar,MA – Program Revitalisasi yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat ke Sekolah Menengah Atas ( SMA) Negeri 10 Tanjab Barat yang berada di Desa Bukit Harapan (SP 4) ,Kecamatan Merlung, dengan menggunaka Dana APBN Tahun 2025 sebesar 2,625,266.000, adapun jenis kegiatan berupa Rehab Ruang Administrasi,Ruang Ibadah,Ruang Perpustakaan,6;Ruangan Kelas,Ruangan OSIS,Ruangan BK ,Ruangan Ruangan UKS, WC dan Sanitasinya,serta Pembangunan Ruang Komputer,2 Unit Toilet  dan Sanitasinya.
Program terbalut Swakelola dengan memprioritaskan keterlibatan  masyarakat,serta Tranparans dalam pengelolaan.

Salah satu Wali Murid berinisial M saat dikompirmasi menyampaikan program Revitalisasi yang dikucurkan Pemerintah Pusat kesekolah sangat bermampaat jika dikelola secara baik dan Transparansi,” Program Ini jika dijalankan dengan aturan tentu memilki asas mampaat baik bagi sekolah maupun perekonomian warga sekitar ,” Ujarnya.

Namun sejauh ini Piha Sekolah terkesan mengabaikan Aturan terutama terkait Pembentukan Panitia. pembangunan yang tidak didasarkan oleh hasil Musyawarah,bahkan secara sepihak Sekolah menjadikan Panitia yang bukan berdomisili di Desa Bukit Harapan, dan Bukan orang yang mengerti akan Tekhnisi Pembangunan,” Selaku warga Bukit Harapan sangat kecewa dengan Keputusan Kepala Sekolah yang menjadikan Panitia pembangunan Bukan warga Berdomisili dilokasi Pekerjaan melainkan Warga di Desa Lain yang jauh dari. Sekolah.” ujarnya lagi.

Tambahnya lagi, Kebijakan Sekolah menjadikan warga Desa lain sebagai Panitia pembangunan, serta tak melibatkan Warga setempat,menambah kecurigaan warga terhadap pengelolaan Program ini,” Warga menduga Kepala sekolah memilki itikad jahat dalam mengelola program ini,” Tutupnya.

Serupa juga disampaikan oleh warga yang enggan Namanya dipublikasi Menerangkan dari awal Program Revitalisasi ini sudah tercium adanya penyelewengan baik dalam pembentukan Panitia Pembangunan, Pengelolaan Anggaran yang tak Transparan, tidak mengikut sertakan warga baik dalam Perencanaan, pengelolaan serta Pengawasan,dan Ironisnya lagi Beberapa  Ahan Banggunan tak sesuai Spesipikasi yang dikeluarkan Oleh Pemerintah,” jika mengikut sertakan warga tentu kepsek tak bisa memonopoli kegiatan pembangunan,
” ucapnya.

BACA JUGA  Kepolisian Daerah Jambi menyiapkan personel untuk pengamanan pada saat rangkaian ibadah Jumat Agung

Apalagi Program Rehab yang dilaksanakan Design setiap banggunan berbeda,seperti Kasau Atap, masih ada ada yang mengunakan Kayu bekas, dan ada Juga yang mengunakan Kerangka baja,Dan Kerangka Baja yang dipakai tampaknya berbeda satu sama lainnya, kerangka Baja yang dipasangpun jarak antara yang satu dengan  lainnya juga terlalu jauh,serta kedudukan kerangka baja tak sesuai dengan Banggunan sehingga terkesan hanya menempel saja,” coba lihat kedudukan  kerangka baja pada banggunan terkesan menempel, tentu tak memiliki kekuatan.” imbuhnya.

Dia berharap Disdik Propinsi Jambi,dan  Aparat Penegak Hukum mengcrosschek mulai dari  perencanaan, pengelolaan,serta Transaksi Keuangan ,”  Disdik dan APH jangan tutup mata, jika terjadi pelanggaran segaleraa ambil tindakan,” Katanya.

BACA JUGA  Pihak Polsek Pelepat Tanggap Keluhan Masyarakat Terkait Keruhnya Air Sungai Batang Pelepat

Sementara Winarno,selaku Kepala Sekolah,Kemarin (8/10) saat dikompirmasi menyampaikan jika panitia pembangunan   berdomisili di Desa Tanjung Benanak berinisial JZ hanyabsaaja saat diminta Hasil Musyawarah pembentukan Panitia yang di SK kan oleh Kepsek beliau hanya menyampaikan ada Tampa memperlihatkan nya,”  Panitianya ada Dan SK nya ada,” Imbuhnya Tampa memperluhatkan SK tersebut

Saat ditanya terkait pengelolaan Keuangan disampaikannya semua dipegang oleh Bendahara,palingan yang saya pegang sekitar 10- 20 juta untuk bayar gaji Tukang,” saya pegang juga pegang uang hanya 10 Jutaan l untuk bayar Gaji Tukang,” Cetusnya

Sementara Disdik Propinsi Jambi kan dikompirmasi pada edisi berikutnya, tindakan apa yang akan diambil ,akankah Disdik membentuk Tim untuk kelokasi kerjaan, (Zulkatan)

Berita Terkait

Pemerintah kabupaten Merangin Bongkar Kios Pedagang di Dua Titik
Terungkap! Pembunuhan Budi Lestari Berawal dari KDRT, Eksekutor Dijanjikan Rp85 Juta
Perkuat Fungsi Pengawasan dan Pembinaan Internal, Bidpropam Polda Jambi Gelar Gaktiblin di Polres Tanjab Timur
TNI Fun Run 2026 Menggelegar di Jambi, Ribuan Pelari Bersatu Semarakkan HUT ke-81 TNI
POLSEK JAMBI SELATAN KONFERENSI PERS UNGKAP KASUS SIRAM AIR KERAS HINGGA TEWAS
*Kapal MT Nurhasanah Lima Terbakar di Perairan Teluk Majelis, 5 Crew Kapal Alami Luka Bakar*
Kapolres Tanjab Timur Cek Kesiapan Personel dan Sarpras, Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Optimal
39 Perkara Narkotika Inkracht, 136,8 Gram Sabu Dimusnahkan di Muaro Jambi
Berita ini 73 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 07:50 WIB

Bareskrim Polri Turun Tangan, Perselisihan Hak Lima Eks Pekerja dengan Tiga Raksasa Industri Morowali Dimediasi

Jumat, 25 September 2026 - 20:26 WIB

ISTANA MEMANGGIL FRIC: KOMITMEN TEGUH KAWAL NEGERI DAN TANGKAL HOAKS

Jumat, 18 September 2026 - 13:23 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin Sidang Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka

Kamis, 17 September 2026 - 21:08 WIB

DITTIPIDTER BARESKRIM POLRI Ungkap Dugaan Praktik Penyuntikan LPG Bersubsidi di Tangerang Selatan

Kamis, 17 September 2026 - 09:00 WIB

Jual Beli Data Pribadi dan Lacak Identitas via Telegram, Tiga Pemuda Ditangkap Polda Jabar

Rabu, 16 September 2026 - 08:35 WIB

KPK Umumkan Identitas Delapan Tersangka Hasil OTT ATR/BPN

Senin, 14 September 2026 - 06:14 WIB

FRIC Tegaskan Berdiri Bersama Polri yang Tegas dan Profesional, Aduan Masyarakat Dibuka 24 Jam

Jumat, 11 September 2026 - 16:31 WIB

FRIC: Garda Terdepan Pejuang dan Mitra Setia Korps Polri

Berita Terbaru