Jambi,MA – Pembangunan Jalan Rabat Beton Yang berada di Jalan Poros menuju Trans Bandep ,RT 04, Kelurahan Rantau Badak,Kecamatan Muara Papalik, menghabiskan Dana Kelurahan Tahun 2025 sebesar 483.975.000 , yang memilki Volume sepanjang 235 Meter x Lebar 4,50 meter x Ketebalan,0.2 Cm , tampaknya menuai persoalan lantaran diduga degan sengaja mengurangi Mutu,Kualitas serta Kuantitas Banggunan .
Pantauan Tim dilokasi peningkatan Jalan Rabat Beton yang lagi sedang bekerja,tak tampak satupun Tim Teknis ataupun Instansi Kelurahan/ Kecamatan yang ikut terlibat mengawasi, Pekerjaan yang menyampingkan Kualitas ini terlihat jelas saat pekerja melakukan adukan Dimana Satu sak Semen dicampur Pasir Batu (Sirtu-Red) dan Air memenuhi Tangki Molen, serta penggunaan Material Sirtu yang bercampur Tanah, bukan hanya itu saja tetapi Ketebalan Dari jalan Rabat beton ini tak sesuai, dimana ketebalan hanya disisi Kiri dan Kanan akan tetapi ditengah sangat tipis,
Warga berinisial A yang ingin melintas dijalan ini saat dikomfirmasi menyampaikan Program Pemerintah sangat antusias disambut oleh Masyarakat hanya saja program yang berbasis swakelola tentu peran serta masyarakat menjadi hal yang harus diprioritaskan akan tetapi Realitasnya tak sesuai, dimana Masyarakat sama sekali tak dilibatkan,Mulai dari Persiapan,Perencanaan,Pelaksanaan,Pengawasan dan Pelaporan,” Sejauh ini warga tak pernah dilibatkan oleh Lurah dalam segala hal , semua dikendalikan Oleh Lurah dan Perangkatnya,padahal masih banyak Pembangunan yang sipatnya mendesak, Jalan ini meskipun hujan masih bisa dilintasi lantaran Sudah dilakukan Pengerasan,” Ucapnya
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Lanjutnya lagi,pekerjaan Jalan Rabat Beton yang mengunakan Dana Kelurahan sama sekali menyampingkan Kualitas dan Kuantitas,hal ini terlihat jelas dibeberapa titik pekerjaan yang sudah rampung , mulai mengalami kerusakan yang sangat Parah,” Abang lihat saja pembangunan Jalan Rabat beton dan Pengerasan Tahun Kemarin (2024) sudah mengalami kerusakan, bahkan menjadi temuan adanya indikasi kerugian Negara,”Ujarnya lagi.
Sehingga ia meminta,Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat dalam Hal ini Inspektorat melakukan tindakan nyata,berupa Cross chek mutu dan Kualitas Dari pekerjaan Jalan Rabat Beton sebab disinyalir pengunaaan Material antara laporan didalam RAB tak sesuai dengan yang digunakan, sehingga Kualitas diabaikan,” jika RAB mengacu pada Standar SNI saya menyakini ada Unsur Manipulasi Material yang cukup Pantastis, Inspektorat Tanjab Barat harus Audit di secara teliti dan Transparan,” Pintanya lagi.
Sementara Lurah Rantau Badak,M Yani terkesan abai dan Apatis saat ingin Dikompirmasi , berulangkali dihubungi lewat Via What’s App namun tak digubris, begitu juga Via Chat.
Informasi dilapangan berhembus jika Lurah Rantau Badak ini Diktator dalam memimpin, sebab baru-baru ini terjadi tindakan yang tak pantas dipertontonkan selaku pejabat Publik terhadap Kerja Rekan Pers, namun hal ini dapat di mediasi oleh Pihak PMD Tanjab Barat melalui Camat Muara Papalik,
Namun tampaknya tak memberikan Epek jera bahkan terkesan lebih Arogan ,
Sehingga Warga Meminta Bupati dan Wakil Bupati Tanjab Barat ( Anwar Sadat – Katamso ) Mengambil tindakan berupa mennon Aktifkan beliau sebagai Lurah , sebab jika dipertahankan akan merusak tatanan Demokras di Pemerintahan Tanjab Barat
(Katan&tim)







