Tanjabbar,MA – Dugaan Mark Up Anggaran Program Revitalisasi Milyaran Rupiah yang di kucurkan oleh Pemerintah pusat ke Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Propinsi Jambi, menjadi perbincanggan di tengah Masyarakat, sebab beberapa Sekolah Penerima secara terang-terangan mengabaikan Teknis Pekerjaan seperti dalam hal Perencanaan,Pelaksanaan,Pengawasan serta Pelaporan semua dikendalikan oleh Pihak sekolah Tampa melibatkan masyarakat ,padahal jika mengacu pada ketentuan Program Swakelola , partisipasi Aktif masyarakat dalam hal pengelolaan menjadi Prioritas agar Program ini mampu menumbuhkan Perekonomian warga sekitar seperti perekrutan Tenaga Kerja,Pengadaan Material dan hal lainnya.
Beberapa Sekolah penerima Program Revitalisasi terkesan tertutup informasi baik Bagi Masyarakat sekitar maupun Rekan Wartawan,
Beberapa Sekolah menerima Anggaran yang cukup Pantastis mulai dari 3 Milyaran sampai Setengah Milyar hanya untuk pembangunan Kelas Baru,Ruang Komputer dan Rehab beberapa Pasilitas pendukung lainnya.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada Sekolah yang hanya membangun 3 Ruangan Kelas Baru, Paralel harus menghabiskan Anggaran sebesar 961 juta, ada Juga yang hanya Rehab Ruang Administrasi Umum menghabiskan Anggaran 250 juta,ada juga Rehab yang menghabiskan Anggaran Ratusan Juta tapi kerangka atap masih mengunakan kayu dengan sistem silang,kayu yang bagus dipertahankan dan yang tak layak d tukar dengan Kayu baru.
Namun amat disayangkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jambi,M ,Umar telah berulangkali diminta Keterangannya melalui Via Whatss App sejauh mana peranan Monitoring dan Evaluasi yang dimilikinya , namun tak pernah digubris bahkan terkesan mengabaikan, tentu hal ini menjadi pertanyaan ? Ada Apa..dan Mengapa ? Kadisdik Diam seribu Bahasa , apakah memang dibiarkan ataukah ada Kepentingan Lain yang membuat beliau tak Berkicau.?
Beberapa waktu lalu secara terang-Terangan,Panitia Pelaksana Pembangunan SMA negeri 9 Tanjab Barat yang berada di Kelurahan Dusun Kebun,Kecamatan Batang Asam,atas perintah Kepala Sekolah mengumpulkan beberapa Wartwan di salah satu Warung yang berada di Depan Kantor Camat Batang Asam, meminta Rekan Pers untuk bisa bekerja sama dan ikut mengsukssskan Program ini, diakhir Pertemuan para Rekan Pers mendapat Bingkisan Amplop berwarna Putih yang berisikan Uang sebesar Rp 300.000.
Masyarakat sangat berharap Instansi penegak Hukum mengcross chek dan mengaudit secara teliti Terkait adanya Dugaan Penyelewengan Dana Program Revitalisasi Tahun 2025 yang sangat Pantastis ,
Beberapa Kepala Sekolah dengan berani menyampaikan Jika terdapat Temuan, siap untuk mengembalikan Sebarapa Temuan tersebut ke Kas Negara,
Inilah salah satu upaya Mereka untuk melakukan Tindakan tak terpuji sebab mereka menganggap jauh dari Pidana, lantas dengan sewenang- wenang menabrak Aturan Bahkan upaya korupsi .
Masyarakat amat berharap Dnas Pendidikan Propinsi Jambi lebih Aktif terlibat dalam hal pengawasan, sebab sejauh ini Dinas Pendidikan Propinsi Jambi lagi sedang memperjuangkan Marwahnya lantaran beberapa Pejabat dilingkupnya terlibat Kasus Korupsi.
( Tan-Tim)









