MERANGIN,MA – Nama Desinta Rasyani (Sinta) dalam beberapa hari ini Viral diberbagai Media Sosial maupun Web Media online Kabupaten Merangin, bahkan sampai Media Nasional rame memberitakan.
Mencuatnya dugaan nama Shinta di sebut sebagai calo pada pelantikan 237 Kepala Sekolah Kabupaten Merangin ini, setelah Puluhan Kepala Sekolah yang mutasi mengadu ke Wakil Ketua II DPRD Merangin.
Shinta ditunding mengkondisikan semua kepala Sekolah yang akan dilantik dengan memungut uang bayaran (Sogok) dengan jumlah bervariasi, sehingga suasana ruangan kerja Waka II DPRD riuh.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Dihadapkan Waka II DPRD dan anggota Komisi I dan Komisi II, Kepala Sekolah SD 253 Susmarni dengan lantang membeberkan sudah mentransfer uang kepada Sinta.
Namun tudingan terhadap dugaan keterlibatan Suap untuk pelantikan kepala Sekolah Kabupaten Merangin Sabtu (6 Juni 2026) lalu, dibantah oleh Sinta Kepala SD 28 Kabupaten Merangin, Rabu (10/6/2026).
Ia mengatakan tudingan terhadap dirinya memungut uang itu tidak benar, tapi kalau Ibu Susmarni mentransfer uang untuk membayar utang diakuinya.
“Saya di sebut oleh Bu Smarni menerima transfer itu tidak benar sama sekali, tidak ada keterlibatan diri saya dalam proses pelantikan kepala sekolah,” ujarnya membantah.
” Bu Susmarni ada bukti transfer itu, Dia mengembalikankan uang Saya yang yang di pinjam 10 Juta Bulan Maret lalu, karena ditransfer sebanyak 20 Juta, maka saya transfer balik ke Bu Susmarni 10 Juta,” terangnya.
Sinta mengatakan, Kalau bukti transfer yang 20 juta itu dianggap sebagai uang suap kayaknya itu kurang Fair dan tidak mendasar.
“Kecuali ada saya WA beliau meminta sejumlah uang atau harus bayar sekian untuk mempertahankan beliau di sekolah itu, ini baru Calo namanya, dan silahkan lapor Saya,” ungkapnya kesal.
” Saya juga kecewa sama Bu Susmarni masak bukti bayar utang di jadikan bukti suap, terus terang saya jadi tidak enak urusan pribadi dikait-kaitkan ke Pak Kadis dan Kabid,” katanya.
Diceritakan Sinta terhadap kelebihan transfer, bahwa Bu Susmarni meminta tolong pertahankan sebagai Kepala Sekolah SD 253, karna dianggap Sinta ada kedekatan dengan Kabid Dikdas (Tabri) saat itu.
“Tolong lah Sayo jangan di ganti kalau bisa saya di sekolah ini saja, trus saya jawab? Itu bukan kapasitas Saya buk, dan akhirnya saya kembalikan uang sisa dari utang saya sebesar 10 juta, Ada bukti transfernya di hari yang sama langsung saya transfer sisanya,” Beber Sinta ke Media ini.
Ditanya kapasitas Shinta sering menelpon Kepala Sekolah berulang-ulang kali sebelum pelantikan, Kepala Sekolah??
” Saya sebagai bawahan dari Kepala Bidang, waktu itu cuma untuk memetakan beberapa orang guru pengerak yang bisa kita promosikan untuk mengisi kekosongan pada waktu itu, kalu untuk mutasi saya tidak tau, Saya di mintak oleh Pak Kabid dan beberapa guru penggerak lainnya yang berminat di promosi kan untuk mengisi kekosongan dan mendekati masa pensiun,” jelas Sinta meyakinkan Media.
(Cepi)






