Siapa AE Dan NA? Diduga Dalang Jaringan “CUCI BATU BARA” Rp170 Miliar Per Bulan d PT BBMM 

Editor - Ilhamsyah

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAMBI,MA – Seminggu setelah terbongkarnya dugaan praktik “pencucian batu bara” di wilayah IUP PT Bumi Bara Makmur Mandiri, publik kini bertanya hal yang sama: siapa sebenarnya otak dari operasi sebesar ini? Pertanyaan itu mengerucut setelah tim investigasi melakukan pendalaman selama 2 minggu terakhir dengan mewawancarai sejumlah pihak di lapangan.

 

Jawabannya mengejutkan sekaligus tidak mengejutkan. Berdasarkan keterangan 4 narasumber berbeda yang menolak disebutkan namanya karena alasan keamanan, seluruh rantai kegiatan ilegal ini diduga kuat dikendalikan oleh dua orang dengan inisial *AE dan NA*.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kalau di dokumen perusahaannya atas nama orang luar. Tapi yang pegang kendali, yang mutusin semua itu ya beliau berdua,” ujar seorang narasumber yang sudah 3 tahun berkecimpung di jalur hauling Jambi.

 

Narasumber lain dari lingkaran kontraktor menyebut peran AE dan NA sangat sentral. Mulai dari memodali operasional 15 kontraktor hauling, menampung hasil tambang dari Koto Boyo, hingga mengatur kemana batu bara itu disalurkan.

BACA JUGA  Satu Bulan Jelang Target, Progres Tol Baleno Jambi Sudah 91,03 Persen

 

“Yang nampung, yang modalin, yang nyalurin ke PLN itu ya jaringan mereka. Kami di bawah cuma jalanin perintah,” katanya lirih.

 

Nama PLN disebut karena sebagian besar hasil diduga masuk ke pembeli besar milik negara itu setelah “dicuci” lebih dulu.

 

Modus yang dijalankan pun disebut sudah sangat rapi. PT BBMM digunakan sebagai lokasi tambang karena lahannya luas. Namun karena diduga tidak memiliki RKAB 2026, maka batu bara yang keluar dari sana tidak bisa langsung dijual. Di sinilah peran AE dan NA diduga masuk. Hasil tambang ilegal itu diarahkan ke Stockpile Muara Jangga di Batang Hari. Di titik itulah dokumen baru diterbitkan. Surat jalan, manifest, dan SKAB yang dipakai diduga milik perusahaan lain di wilayah Kotoboyo yang memang punya RKAB. Keluar dari stockpile, batu bara “kotor” berubah status jadi “bersih” dan siap dikirim ke pembeli.

BACA JUGA  SEKDA: Galeri Investasi Digital Tingkatkan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

 

Dengan volume 1.180 truk per minggu yang tim catat, dan asumsi 30 ton per truk dengan harga Rp1,2 juta, maka potensi perputaran uang yang dikendalikan AE dan NA bisa mencapai Rp170 miliar per bulan. Uang sebesar itu berputar tanpa menyetor royalti, pajak, dan PNBP sepeser pun ke negara. Sementara di hulu, jalan provinsi hancur, debu mengepul, dan sungai warga mulai keruh.

 

 

Temuan ini jelas bukan soal pelanggaran administrasi biasa. Ini adalah dugaan kuat adanya pengerusakan tata kelola sumber daya negara secara terstruktur. Negara dirugikan ratusan miliar, pengusaha patuh tersingkir, dan lingkungan membayar mahal. Kini bola sepenuhnya ada di tangan *Satgas PKH, Gakkum KLHK, Polda Jambi, dan Kejaksaan*. Publik menunggu, apakah AE dan NA akan dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban, atau pembiaran ini akan terus berlangsung dan 1.180 truk itu akan kembali melintas membawa kerugian negara setiap minggunya.

BACA JUGA  Guna Wujudkan Situasi Aman dan Kondusif , Satlantas Polresta Jambi Gelar Razia Balap Liar Dan Knalpot Brong

 

Sebagai bagian dari kode etik jurnalistik, tim telah berupaya mengkonfirmasi kebenaran informasi ini kepada pihak AE dan NA melalui pesan tertulis, panggilan telepon, serta mendatangi alamat yang diketahui. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban, tanggapan, maupun bantahan dari pihak yang bersangkutan. Ruang untuk hak jawab dan klarifikasi tetap kami buka seluas-luasnya. (Tim)

Berita Terkait

Dandim 0420/Sarko Pimpin Langsung Upacara Bulanan, Tekankan Modernisasi TNI dan Disiplin Prajurit
SATNARKOBA POLRESTA JAMBI & BNN GELEDAH TEMPAT HIBURAN MALAM
Alat berat excavator merk Komatsu di duga milik nek bermain bebas di tepian bantang masumai desa salam buku
Satresnarkoba Polres Tanjab Timur Gelar OSN Dua Hari di Nipah Panjang, Sasar Sejumlah Titik Rawan ‎
RESPON CEPAT LAPORAN 110, SATRESNARKOBA POLRESTA JAMBI GEREBEK RUMAH DIDUGA SARANG NARKOBA DI ALAM BARAJO
DISAAT ORANG MENCARI KESALAHAN POLRI, KAMI FRIC SIBUK MENJAGA MARWAH POLRI
Istri Siri Bacok Suami Akibatkan Luka Serius 
Babinsa Koramil 420-09/Bangko Aktif Patroli Malam dan Komsos, Perkuat Keamanan Wilayah Binaan
Berita ini 40 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Dandim 0420/Sarko Pimpin Langsung Upacara Bulanan, Tekankan Modernisasi TNI dan Disiplin Prajurit

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Alat berat excavator merk Komatsu di duga milik nek bermain bebas di tepian bantang masumai desa salam buku

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Satresnarkoba Polres Tanjab Timur Gelar OSN Dua Hari di Nipah Panjang, Sasar Sejumlah Titik Rawan ‎

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Istri Siri Bacok Suami Akibatkan Luka Serius 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Babinsa Koramil 420-09/Bangko Aktif Patroli Malam dan Komsos, Perkuat Keamanan Wilayah Binaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Breaking News! Waka I DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi, Dugaan Korupsi Sekwan Rugikan Negara Rp19 Miliar .

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:45 WIB

PERKUAT SINERGITAS, FRIC SILATURAHMI BERSAMA KAPOLRES MUARO JAMBI – SIAP TANGKAL HOAX DAN JAGA KONDUSIFITAS!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:09 WIB

KOMITMEN BERANTAS NARKOBA, POLRESTA JAMBI GEREBEK BASECAMP DI PULAU PANDAN

Berita Terbaru