Program Tabur Benih Ikan di Sungai Pengabuan oleh Asian Agri Group menuai cibiran Masyarakat.

Editor - Ilhamsyah

Jumat, 31 Oktober 2025 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjabbar,MA – Beberapa pekan terakhir PT Asian Agri Group bersama, Pemerintah Daerah melalui Camat setempat serta Pemerintah Desa/ Kelurahan melakukan Tabur Ikan di Bantaran Sungai Pengabuan, Namun hal Positif yang dilakukan ini tak Mendapat Respon dari Kalangan Masyarakat,malah sebaliknya sejumlah Masyarakat menilai yang harus dilakukan oleh Pihak Asian Agri Group agar Pabrik Minyak Kelapa Sawit ( PMKS) yang dimilikinya lebih taat akan Hukum, paling diprioritaskan Pengelolaan Limbah akibat dari beroperasi PMKS tersebut , setidaknya ada Penambahan IPAL, Land Aplication yang sempurna serta Melakukan pelatihan cara Pembuatan Pupuk Kompos yang berbahan Baku Limbah, sebagai bentuk Memanilisir Limbah

Zulkatan AM Sekretaris Pemuda Pancasila,Kecamatan Merlung dengan lantang menyampaikan Dala Upaya pembangunan Nasional yang berwawasan Lingkungan tentu keberadaan PMKS harus menjadi Perhatian dan Pengawasan dari semua pihak termasuk Masyarakat,sebab Operasinya Pabrik PMKS mengeluarkan Limbah Asap,Limbah Padat, serta limbah Cair,” Asian Agri Group perusahaan terbesar yang mendapatkan predikat RSPO, harus mampu berkomitmen tidak merusak Lingkungan ,” Ucapnya.

BACA JUGA  Polresta Jambi Melakukan pengecekan gudang diduga sebagai tempat penimbunan BBM Ilegal

Pria yang aktif sebagai Jurnalis ini menjelaskan, limbah Asap yang dikeluarkan oleh Corong pabrik harus sesuai Aturan Agar tak menganggu Habitat burung dan Tanaman yang disekitarnya,” sebelum ada Pabrik Habitat Burung seperti burung Betek celako, Elang Dan lainnya hidup Pulih tapi semenjak berdiri pabrik sudah Punah, begitu juga sebaliknya Buah-Buahan yang hampir setiap Tahun bisa dirasakan sekarang Sampai Puluhan Tahun berbuah lagi,” Terangnya,
Sambungnya, Limbah Padat yang dihasilkan dari Jangkos dan Tanah dihasilkan dari kerukan Limbah harus dibuang di TPA ,bukan dibantaran jalan Poros Perusahaan,” Jangkos dan Tanah Limbah dibuang secara sembarangan Tentu menyalahi Aturan,” Ucapnyya lagi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dipaparkannya lagi, yang menjadi Perhatian serius,dan memilki efek Berbahaya bagi lingkungan sekitar adalah Limbah cair yang berasal dari Beroprasinya pabrik, tentu Perusahaan harus memilki IPAL yang sudah stadar dan bermutu sebagai tempat Penampungannya,tentu Bukan hanya kolam IPAL saja aka tetapi Upaya Memanilisir Limbah tersebut juga harus diupayakan seperti Land Aplication , Pembuatan Pupuk Kompos dari bahan Baku Limbah dan lainnya , sebab jika tidak ada Upaya Memanilisir Limbah tentu Kolam IPAL tak mampu menampung Limbah tersebut,” diibaratkan seperti Sebuah Cangkir yang di isi Air secara Terus menerus tentu akan Tumpah, dan Tumpahannya akan mengalir ke Dataran Rendah Yaitu Anak sungai, sebelum ke Sungai Pengabuan,” Terangnya lagi

BACA JUGA  Polda Jambi Bahas Perjanjian Kerjasama Dengan SKK Migas di Bogor Untuk KKKS Di Provinsi Jambi

Ia berharap Pihak Asian Agri Group bersama Pemerintah lebih Pokus pada titik persoalan bukan sebaliknya,” ini tindakan Konyol dan tak bermampaat sama sekali, percuma benih ikan ditabur sementara Limbah masih mencemari sungai,” katanya

Ia juga menyampaikan keberadaan Asian Agri juga memberikan efek positif bagi kehidupan warga sekitar dan tumbuhnya Perekonomian, hanya disayangkan dalam perekrutan Tenaga Kerja putra Daerah hanya dijadikan Satpam dan TKBM , sementara Putra Daerah yang Lulusan Sarjana dan Keahlian yang dibutuhkan perusahaan sudah tersedia,” Saya berharap kedepan Perusahaan bisa merekrut Putra Daerah ke pekerjaan yang lebih baik dan bisa memberikan Kontribusi bagi Perusahaan dan warga sekitar,” Terangnya.

BACA JUGA  Kapolda Jambi Irjen Pol. Rusdi Hartono menggelar acara tasyakuran sekaligus bersilaturahmi bersama Forkompimda Jambi pada Sabtu, (13/05/2023).

Serupa juga disampaikan Warga Desa Tanjung Paku inisial A, sebelum ada PMKS warga di Areal Bantaran Sungai pengabuan si beberapa Desa megantungkan Hidup pada Sungai pengabuan bermata Pencarian sebagai Nelayan, yang mampu menghidupi Keluarga,” selain Nelayan warga juga bisa memenuhi kebutuhan untuk dikonsumsi sendiri Tampa membeli , namun semua hanya bisa dijadikan sejarah,” Tuturnya.

Dikenangnya , sebelum tercemar Limbah untuk memenuhi kebutuhan lauk Pauk sehari- Hari cukup Macing,Mukat,Najur, Pasang Rawai, mejala, pasang Lukah di sungai Pengabuan ” Jika ingin lauk cukup cukup kesungai Pengabuan bawa pancing dengan waktu singkat bisa bawa ikan,Udang untuk lauk Pauk,” Kenangnya,

Sebagai Masyarakat berharap Pemerintah Lebih Pokus pada persoalan yang dihadapi warga, dan mencari Solusi ,agar limbah tak lagi mencemari Lingkungan,” Pemerintah harus berani mengambil Tindakan tegas terhadap Perusahaan yang merusak Lingkungan, bukan sebaliknya tak Peka dengan Masalah yang sebenarnya,”Ucapnya mengakhiri

 

(Zulkatan)

Berita Terkait

Press Release Polres Merangin Ungkap Kasus Penggelapan, Kerugian Perusahaan Capai 11 Miliar
Polres Merangin Gelar Press Release, Ungkap Tindak Pidana Curanmor
Kapolresta Jambi Komitmen Tindak Tegas Knalpot Brong dan Berandalan Bermotor 
KAPOLRESTA JAMBI AJAK “MARI BERSAMA-SAMA CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN” 
Kapolres Merangin ‘tak hadir SWM Geruduk Mapolres, Tuntut Transparansi Nasib Dua Excavator PETI.
Wakapolda Jambi Pimpin Apel KRYD di Muaro Jambi, Tekankan Tugas Humanis dan Keselamatan Personel
Babinsa Gerak Cepat Ground Check Hotspot Karhutla di Merangin, Api Berhasil Dipadamkan
Sinergi Tanpa Henti, Tim Gabungan Tangani Karhutla Hari ke-10 di Sungai Gelam
Berita ini 40 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:59 WIB

Press Release Polres Merangin Ungkap Kasus Penggelapan, Kerugian Perusahaan Capai 11 Miliar

Kamis, 10 September 2026 - 15:47 WIB

Polres Merangin Gelar Press Release, Ungkap Tindak Pidana Curanmor

Selasa, 8 September 2026 - 17:00 WIB

KAPOLRESTA JAMBI AJAK “MARI BERSAMA-SAMA CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN” 

Senin, 7 September 2026 - 16:20 WIB

Kapolres Merangin ‘tak hadir SWM Geruduk Mapolres, Tuntut Transparansi Nasib Dua Excavator PETI.

Minggu, 6 September 2026 - 18:48 WIB

Wakapolda Jambi Pimpin Apel KRYD di Muaro Jambi, Tekankan Tugas Humanis dan Keselamatan Personel

Sabtu, 5 September 2026 - 22:27 WIB

Babinsa Gerak Cepat Ground Check Hotspot Karhutla di Merangin, Api Berhasil Dipadamkan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:08 WIB

Sinergi Tanpa Henti, Tim Gabungan Tangani Karhutla Hari ke-10 di Sungai Gelam

Jumat, 4 September 2026 - 19:15 WIB

KARHUTLA TAHURA BATANG HARI KEMBALI JADI PERHATIAN, KASIOPS KOREM 042/GAPU DAMPINGI GUBERNUR JAMBI TINJAU LANGSUNG LOKASI

Berita Terbaru