Krisis Sampah Kota Jambi: Saatnya Gerakan Kolektif, Bukan Sekadar Beban Pemerintah

Editor - Ilhamsyah

Kamis, 2 April 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jefri Bentara Pardede
(Ketua Sahabat Alam Jambi)

 

 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kota Jambi,MA – sedang berdiri di tepi persoalan lingkungan yang tidak bisa lagi dipandang sebagai rutinitas administratif semata. Produksi sampah harian kini telah mencapai kisaran 360 hingga 400 ton per hari. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin dari laju konsumsi, pertumbuhan kota, dan—yang paling penting—cara kita sebagai masyarakat memperlakukan lingkungan hidup.

Sayangnya, lonjakan produksi tersebut tidak diimbangi dengan kapasitas pengelolaan yang memadai. Secara teknis, fasilitas yang ada hanya mampu mengolah sekitar 50 ton per hari. Dalam praktiknya, angka ini bahkan lebih rendah, berkisar antara 10 hingga 40 ton per hari. Artinya, lebih dari 300 ton sampah setiap hari tidak benar-benar dikelola, melainkan langsung ditimbun. Ini bukan pengelolaan, melainkan penundaan masalah dalam skala besar.

Dalam perspektif kebijakan publik, kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan struktural yang serius antara timbulan sampah dan kapasitas sistem. Namun, akan menjadi keliru jika persoalan ini sepenuhnya diarahkan sebagai kegagalan pemerintah. Justru di sinilah letak kekeliruan berpikir kita selama ini: menempatkan negara sebagai satu-satunya aktor, sementara masyarakat berposisi sebagai pihak yang pasif, bahkan abai.

BACA JUGA  Kapolresta Jambi Didampingi Kabag Ops Kunjungan Ke Kantor KPU Dan Kantor Bawaslu Kota Jambi.

Padahal, krisis sampah adalah refleksi kolektif. Ia lahir dari kebiasaan membuang tanpa memilah, mengonsumsi tanpa membatasi, dan menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada pemerintah. Selama pola pikir ini tidak berubah, maka seberapa besar pun investasi infrastruktur yang dibangun akan selalu tertinggal dari laju produksi sampah itu sendiri.

Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota, Dr. dr. Maulana, tetap menunjukkan komitmen yang patut diapresiasi. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penguatan sistem pengelolaan, peningkatan pengawasan, hingga penjajakan teknologi pengolahan yang lebih modern. Dalam keterbatasan fiskal daerah, langkah-langkah ini bukan hal yang sederhana. Ada keseriusan dan kehendak politik yang tidak bisa diabaikan.

Namun demikian, harus ditegaskan secara jujur: pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Kapasitas anggaran memiliki batas, kemampuan teknis juga tidak tanpa kendala. Jika masyarakat tetap berada dalam posisi pasif, maka beban akan terus menumpuk—secara harfiah—di tempat pembuangan akhir, yang kini sudah berada dalam kondisi kritis.

BACA JUGA  Peran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi, diakui sangat membantu kerja-kerja Polri, khususnya Polda Jambi.

Di titik inilah diperlukan perubahan paradigma yang lebih mendasar. Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Sampah organik yang mendominasi komposisi timbulan seharusnya tidak pernah sampai ke tempat pembuangan akhir. Ia bisa diselesaikan di dapur, di halaman rumah, atau dalam skala komunitas melalui pengomposan sederhana. Sementara itu, sampah anorganik bukanlah residu tanpa nilai, melainkan sumber daya ekonomi yang dapat dimanfaatkan melalui sistem pemilahan dan daur ulang.

Jika masyarakat Kota Jambi mulai memilah dan mengolah sampahnya secara konsisten, maka bukan hal yang mustahil untuk memangkas lebih dari separuh volume sampah harian. Dalam simulasi sederhana, dari total 400 ton per hari, sekitar 200 ton sampah organik dapat diselesaikan di tingkat rumah tangga dan komunitas, sementara sekitar 80 ton sampah anorganik dapat dialihkan melalui skema daur ulang. Dengan demikian, beban yang harus ditangani oleh pemerintah dapat ditekan hingga sekitar 120 ton per hari—angka yang jauh lebih rasional dan memungkinkan untuk dikelola secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Kapolda Jambi Irjen Pol. Rusdi Hartono  Memimpin Apel Gabungan Personel TNI-Polri pada Selasa, (02/05/2023)

Ini bukan sekadar wacana ideal, melainkan kebutuhan yang mendesak. Tanpa keterlibatan aktif masyarakat, tempat pembuangan akhir akan terus menjadi titik akumulasi krisis. Kita tidak sedang kekurangan teknologi semata, tetapi kekurangan kesadaran kolektif.

Sudah saatnya kita berhenti menempatkan sampah sebagai urusan pemerintah semata. Setiap kantong plastik yang kita buang, setiap sisa makanan yang kita abaikan, adalah bagian dari sistem yang sedang kita bebani bersama. Kota ini tidak akan bersih hanya karena kebijakan, tetapi karena kesadaran warganya.

Krisis sampah di Kota Jambi adalah peringatan keras, sekaligus peluang. Peringatan bahwa sistem lama telah usang, dan peluang untuk membangun model pengelolaan yang lebih adil, partisipatif, dan berkelanjutan. Pemerintah telah memulai langkahnya. Kini, giliran masyarakat untuk menentukan apakah kita akan menjadi bagian dari solusi, atau justru terus menjadi sumber masalah. (Redaksi)

Berita Terkait

Polsek Jambi Selatan Ungkap Kasus Pembakaran Rumah Dan Pencurian.
Polsek Telanaipura Bekuk DPO Curas Pasar Angso Duo Baru Rp 31 Juta Dirampas Dan Korban Ditusuk 
Polsek Kota Baru Bekuk 3 Pelaku Bobol Pipa Pertamina
POLSEK JAMBI TIMUR GERAK CEPAT BEKUK DUA PELAKU PENCURI TAS DI PAYO SELINCAH
Spesialis Curanmor Parkiran Masjid Ditangkap, Polsek Jambi Selatan Bekuk Pelaku di Sarolangun
RESPON CEPAT LAPORAN 110, SATRESNARKOBA POLRESTA JAMBI GEREBEK RUMAH DIDUGA SARANG NARKOBA DI ALAM BARAJO
KOMITMEN BERANTAS NARKOBA, POLRESTA JAMBI GEREBEK BASECAMP DI PULAU PANDAN
KAPOLRESTA JAMBI BERI SEMANGAT PETARUNG DI KEJUARAAN KAPOLDA FIGHTER 
Berita ini 32 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Camat Batang Masumai Bersama Tim Melakukan Penyisiran Tambang Ilegal Peti Di Desa Titian Teras

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Polsek Jambi Selatan Ungkap Kasus Pembakaran Rumah Dan Pencurian.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan, Polres Tanjab Timur Gelar Shubuh Keliling Bersama Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Polsek Telanaipura Bekuk DPO Curas Pasar Angso Duo Baru Rp 31 Juta Dirampas Dan Korban Ditusuk 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:59 WIB

POLSEK JAMBI TIMUR GERAK CEPAT BEKUK DUA PELAKU PENCURI TAS DI PAYO SELINCAH

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Excavator merk zomlion bermain bebas di tepian bantang masumai desa Nibung diduga milik toni.

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Spesialis Curanmor Parkiran Masjid Ditangkap, Polsek Jambi Selatan Bekuk Pelaku di Sarolangun

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Dandim 0420/Sarko Pimpin Langsung Upacara Bulanan, Tekankan Modernisasi TNI dan Disiplin Prajurit

Berita Terbaru