Jambi,MA – Masa remaja adalah masa dimana sedang mencari jati diri , usia 12-18 tahun usia rentan untuk melakukan hal yang terkadang melanggar norma dan kaedah serta hukum berlaku.
Dody menyampaikan ” usia 12-18 tahun itu usia ingin ” wah-wahan ” ingin di puji , ingin diperhatikan , ingin dimengerti , semua harus mengakui mereka .
Maka bimbingan orang tua dan guru disekolah sangatlah penting , jangan abaikan masa pertumbuhan hormon mereka , mereka belum sepenuhnya mengenal rasa malu dan takut , mereka akan berbuat sesuka hati mereka tanpa memikirkan dampak dari perbuatan mereka tersebut.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Fast Respon Indonesia Center Provinsi Jambi Sampaikan kembali “Pemuda yang hebat adalah pemuda yang berani berkata “TIDAK”
– Tidak akan tawuran
– Tidak akan balap lia
– Tidak akan terpengaruh alkohol
– Tidak akan terpengaruh narkoba
– Tidak akan terpengaruh pergaulan bebas
– Tidak akan ikut geng motor
– Tidak akan terlibat tindak pidana kriminal
– Tidak akan judi
Pemuda yang hebat berani berkata ” IYA”
– Iya , akan patuh pada orang tua
– Iya , akan patuh pada guru
– Iya, akan belajar bersungguh -sungguh
– Iya , akan menjadi duta kebaikan bagi diri dan orang banyak
– Iya, akan menjadi kebanggaan bagi keluarga
Remaja harus pahami, bahwa perbuatan kenakalan remaja yang dilakukan , apakah orang lain senang , apakah ingin dibenci orang , tentu tidak jadilah remaja yang mendapat perhatian dari perilaku dan perbuatan yang baik hingga orang lain merasa senang .
Inilah ciri pemuda yang akan maju dan masa depan gemilang , buka dibenci masyarakat” pungkas Dody. (Red Ilham)






