Jambi,MA – Memasuki musim kemarau, kekeringan melanda sehingga rawan terjadinya Karhutla atau Kebakaran Hutan dan Lahan menghasilkan asap pekat yang mengancam kesehatan kita semua.
Mulai dari batuk, sesak napas, iritasi mata, sampai gangguan jantung dan paru-paru, serta gangguan saat berkendara .
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Fast Respon Indonesia Center Provinsi Jambi angkat bicara
“:Indonesia bisa Darurat Karhutla jika kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar , sehingga dampak dari asap kebakaran hutan dan lahan bukan asap biasa. Di dalamnya ada partikel halus PM 2.5, karbon monoksida, dan zat beracun lain yang bisa masuk sampai ke paru-paru. Apresiasi gerak cepat sinergi TNI-Polri dalam penanganan karhutla yang terjadi dibeberapa titik di tanah air . ” Mencegah lebih baik daripada Mengatasi ”
FRIC menegaskan ” Stop membakar lahan dan hutan , cara kalian praktis, tapi merugikan semua , pelaku jangan dikasih ampun ”
Dampak dari asap karhutla dirasakan seperti Gangguan Pernapasan Batuk, pilek, sesak napas, asma kambuh, ISPA. Iritasi Mata perih dan merah, tenggorokan gatal, hidung berair. Sakit Kepala dan Pusing, karena kadar oksigen berkurang
Kelelahan dan badan lemas
. Turunnya Daya Tahan Tubuh sehingga mudah sakit. Gangguan Tumbuh Kembang Anak karena paru-paru masih berkembang
Asap Karhutla itu berbahaya. Partikel halusnya bisa masuk ke paru dan darah kita.
Lindungi diri dan keluarga:
Pakai masker saat keluar rumah, tutup pintu dan jendela, perbanyak minum air putih, dan kurangi aktivitas di luar ruangan.
“Udara bersih Hak Kita , Udara bersih untuk Jambi sehat. Stop Karhutla!”
Tips Lindungi Diri Saat Asap Pekat
– *Pakai masker N95* atau masker bedah dobel
– *Stay indoor* dan gunakan air purifier / lap basah di ventilasi
– *Minum 2 liter air putih* sehari
– *Jangan bakar sampah* di rumah
– *Berkendara nyalakan lampu* karena jarak pandang terbatas
Jaga kesehatan! Kalau ada titik api di sekitarmu, langsung lapor ke 112 / BPBD / Manggala Agni atau 110″ ungkap Dody.
(Red Ilham)






